Cari Artikel

Petro dari Kolombia Akan Bergabung dengan Trump untuk Pertemuan DC Berisiko Tinggi

Politics | 03 Feb 2026 15:02 WIB

Penulis: Subhan Fajrian

Petro dari Kolombia Akan Bergabung dengan Trump untuk Pertemuan DC Berisiko Tinggi
Sumber Gambar: instagram/presiden Donal Trump/presiden Gustavo Petro

Presiden Kolombia Gustavo Petro dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada 3 Februari 2026, dalam sebuah pertemuan diplomatik yang dipandang sebagai salah satu momen paling berisiko dan menentukan dalam hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. 

Saat ditanya alasan perjalanannya ke AS untuk bertemu Trump, Petro mengatakan kepada CBS News bahwa tujuannya adalah “untuk menghentikan perang dunia”. 

Awal bulan ini, Petro mengatakan dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol El Pais bahwa Trump telah menyampaikan kepadanya melalui panggilan telepon pribadi bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.

“ Saya menantikan pertemuan baik dengan Petro, Ujar Trump pada senin 2 Febuari 2026

Dialog Berisiko di Tengah Ketidakpercayaan

Para analis internasional menggambarkan pertemuan ini sebagai panggung yang penuh bahaya. Keduanya dikenal sebagai tokoh politik dengan gaya retorika kuat dan sering tidak kompromistis, yang berpotensi memperburuk suasana jika pembicaraan berjalan tidak mulus. 

Menurut laporan, topik utama diskusi akan mencakup penanggulangan kejahatan lintas negara, terutama perdagangan narkoba, serta masalah keamanan perbatasan dan stabilitas regional. Namun perbedaan pandangan mendalam soal kebijakan narkotika dan imigrasi dapat menyebabkan gesekan serius selama dialog. 

Petro sendiri menyatakan optimisme hati-hati menjelang pertemuan tersebut, berharap dialog dapat mencegah eskalasi lebih lanjut dan kerusakan hubungan antara kedua negara yang selama ini bergerak di jalur yang sangat tegang. 

Saat ditanya alasan perjalanannya ke AS untuk bertemu Trump, Petro mengatakan kepada CBS News bahwa tujuannya adalah “untuk menghentikan perang dunia”. Awal bulan ini, Ujarnya.

Petro mengatakan dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol El Pais bahwa Trump telah menyampaikan kepadanya melalui panggilan telepon pribadi bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.

Dinamika Politik dan Risiko Regional

Pertemuan ini juga terjadi di tengah konteks geopolitik Amerika Latin yang semakin kompleks. Ketegangan terkait operasi militer AS di Venezuela dan kebijakan anti-narkotika Trump telah memicu reaksi keras di Bogotá, serta mendorong seruan protes di dalam negeri Kolombia untuk mempertahankan kedaulatan nasional. 

Petro telah berusaha menenangkan kekhawatiran publik, sambil menegaskan perlunya kerjasama praktis dengan Washington daripada konfrontasi terbuka. 

Kritikus menilai pertemuan ini memiliki risiko tinggi karena potensi backlash di kedua negara: di AS, perundingan dengan pemimpin yang pernah dikritik secara pribadi oleh Trump bisa dipolitisasi, sementara di Kolombia, sejumlah pihak khawatir Petro akan dianggap berkompromi terhadap tekanan dari AS yang selama ini dipandang agresif. 

Meski dipenuhi tantangan, pertemuan ini menawarkan peluang untuk memperbaiki hubungan strategis AS–Kolombia, terutama dalam hal kerjasama keamanan, pertukaran intelijen, serta upaya bersama menekan perdagangan narkotika di kawasan. 

Keberhasilan perundingan ini dapat berdampak luas, bukan hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi stabilitas geopolitik di seluruh Amerika Latin. 


 

Lainnya Untuk Anda